Selasa, 14 Maret 2017

Kesurupan

Terkadang saya tertawa geli dengan istilah Kesurupan, cenayang atau sejenisnya. Bagi saya, orang yang mengalami seperti itu adalah orang - orang yang tidak percaya diri atau tidak menyadari siapa manusia sebenarnya.Kenapa saya berkata demikian? karena saya pernah mengalaminya sendiri hehe.
Suatu hari ketika di tempat saya kedatangan saudara beserta seorang temannya yang terlihat sangat mistis, tapi pada waktu itu saya tidak terlalu curiga karena saya pernah bertemu beliau sebelumnya waktu ke tempat saudara saya tersebut yang berada di Sumedang.
Seperti biasa, mereka semua disambut oleh saya dan keluarga saya dengan hangat. Tak sedikitpun saya mencurigai kedatangan mereka. Dan tak beberapa lama si teman Paman saya itu merasakan sakit pada tulang belakangnya dan saya pijat tapi tidak sembuh juga. Segala cara sudah dilakukan untuk menyembuhkannya hingga dibawa ke dokter dan kata dokter itu karena tensinya atau tekanan darahnya tidak normal atau darah tinggi dan diberi obat penurun tekanan darah dan berangsur - angsur mulai membaik.
Ternyata setelah diceritakan keluarga saya memang sengaja memanggil orang tersebut untuk menyembuhkan penyakit pada mata saya yang memang sudah buta pada waktu itu.
Saya mulai merasa Iba, kasihan sekali orang tersebut sudah jauh - jauh datang kesini dan sebegitu seriusnya keluarga saya berusaha untuk menyembuhkan mata saya yang buta ini.
Lalu saya dipanggil ke kamar dan disuruh memejamkan mata oleh si orang tersebut, saya berdoa agar lewat Bapak ini agar Allah menyembuhkan mata saya. Dan saya membayangkan betapa kasihannya keluarganya yang bergantung pada orang ini yang menafkahi keluarganya dengan hanya lewat pengobatan semacam ini yang menurut saya tidak cukup.
Sedang membayangkan seperti itu, ternyata ada hembusan angin yang mengarah ke wajah saya dan ketika saya hendak menggerakkan tubuh saya seketika tubuh saya tidak dapat digerakkan sama sekali, saya hendak mengatakan kepada sekeliling saya tapi hanya teriakan - teriakan saja yang keluar dari mulut saya. Kemudian tangan dan kaki saya dipegang oleh paman dan adik ipar saya, saya hendak berkata
Jangan pegang saya, ini saya kok tidak dapat berbicara ..
Tapi yang keluar hanya teriakan saja dan saya memberontak hendak memberitahukan lewat gerakan yang pada saat itu saya sudah berhasil menggerakkan tangan dan kaki saya.
Akan tetapi mereka mengira saya tengah kerasukan setan dan saya semakin berteriak keras ingin mengatakan jangan pegang saya. Tapi hanya teriakan saja dan saya makin emosi dengan menendang - nendangkan kaki saya dan mereka mengira saya kerasukan setan.
Akhirnya saya mulai sadar, dengan gerakan itu malah memperburuk keadaan dan saya menghentikan gerakan saya dan terdiam saja sembari mengatur nafas saya karena emosi tersebut. Barulah mereka semua melepaskan tangan dan kaki saya.
Lalu saya membuka mata saya dan masih saja gelap alias mata saya masih buta tapi saya mulai bisa berbicara. Saya terdiam sejenak, satu sisi saya ingin berkata bahwa saya telah kerasukan sehingga mulut saya tidak dapat berbicara, tapi satu sisi saya ingin agar si orang tersebut tidak merasa saya abaikan karena sudah jauh - jauh datang kemari.
Orang tersebut mulai percaya diri dan mulai berkata yang macam - macam kepada keluarga saya yang katanya di dalam tubuh saya terdapat harimaulah yang membuat mata saya buta dan lain sebagainya. Awalnya saya diamkan saja, saya sudah berhadapan dengan orang smacam ini berkali - kali dan orang tersebut berkata akan melakukannya malam ini lagi dan katanya nanti akan terjadi hal yang lebih dasyat.
Malam yang dinantikan tiba, saya didudukkan pada kamar dan mata saya ditutup dengan kain putih. Tapi kali ini saya mulai memproteksi diri, saya berkata dalam hati dan berdoa bahwa ya Allah saya tidak tahu orang ini benar atau tidak, tapi jika memang orang ini benar, tunjukanlah kebenarannya dan dengan pertolonganMu lewat perantara orang ini maka mata saya bisa sembuh, tapi jika memang orang ini tidak baik atau salah tunjukanlah kesalahannya.
Dan benar sebuah hembusan kembali meniup wajah saya, tapi kali ini saya sudah memproteksi diri dengan tidak mengkasihaninya sama sekali dan terus berdoa kepada Allah SWT.Dan tidak terjadi apa - apa, begitu dibuka penutup mata saya ya mata saya tetap buta. Saya tersenyum senang tapi si orang tersebut justru berkata diluar dugaan saya.
Orang tersebut berkata bahwa saya ini tidak pernah sholat dan suka dengan hal - hal mistis, suka melatih ilmu hitam tanpa guru. Gila! saya benar - benar emosi mendengarnya. Ingin sekali saya loncat dan memukul kepalanya. Anda tidak tahu sholat saya selama ini, saya sholat malam dan menangis sembari berdoa setiap hari agar mata saya dapat disembuhkan. Saya berpuasa setiap hari pada waktu itu agar dosa - dosa saya dihapuskan dan sampai pada saya dapat mengambil hikmahnya, bahwa ini adalah takdir saya dan inilah jalan hidup saya bukan merupakan dosa atau proses sebab akibat kesalahan saya yang pernah saya lakukan. Ini adalah tanda bahwa Allah sayang sama hambanya ini. Tapi pada waktu itu keluarga saya mempercayai perkataan si orang bodoh itu, semua orang men judge saya menjadikan saya orang paling ternista di dunia ini. Saya mengalami depresi yang sangat dalam, hati saya hancur tak ada seorangpun yang percaya dengan saya gara - gara kerasukan tersebut.
Ingin saya mengakhiri hidup ini, tapi Allah benar - benar baik telah mengirimkan wanita yang saya cintai dan saya tidak boleh kalah dengan orang bodoh tersebut hanya gara - gara ini. Saya akan buktikan saya benar dan demi wanita yang saya cintai itu saya tidak boleh menyerah walaupun pas curhat justru malah saya yang disalahkan juga dan mempercayai orang bodoh itu eeeh tapi Alhamdulillah sekarang sudah jadi Istri saya yang sah hehe.
Butuh proses hingga satu tahun lamanya untuk membuat keluarga saya mempercayai saya lagi apalagi Ayah saya yang mulai menjauhi dan memusuhi saya hingga 2 tahun lamanya. Berat sekali rasanya tapi ALhamdulillah sekarang sudah kembali seperti sedia kala. Itulah pengalaman terburuk saya gara - gara orang bodoh itu yang sok agamais tapi mistis dan ironisnya orang - orang seperti itu banyak sekali beredar di negara ini.
Intinya, jangan mendewakan dunia ghaib itu. Manusia adalah mahluk paling sempurna, jadi mereka juga sama seperti kita dan tidak perlu ditakutkan apalagi di dewa - dewakan seperti itu. Hanya Allah saja yang Maha Segalanya, tidak ada satupun mahluk yang bisa menyamaiNya apalagi menandingiNya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar