Jumat, 28 Oktober 2016

Ardynal Story 4

Tuhan tunjukan jalanku
Kehidupanku mulai membaik tapi tidak selamanya sebab kehidupan terus berputar. Orang orang disekelilingku mulai sadar ternyata banyak yang bisa dilakukan dengan hal yang kecil. Dimulai dari karyawan laundryanku yang sangat kupercaya ternyata secara diam – diam mempelajari cara aku mengelola laundryanku. Akhirnya dia keluar dan membuka usaha yang sama, bahkan berusaha mempengaruhi pelangganku, belum lagi tetangga sekitar juga membuka usaha yang sama karena mereka tersadar bahwa dengan modal minim bisa juga membuka usaha tanpa resiko tinggi.

Selasa, 25 Oktober 2016

ARDYNAL STORY 3

UANG DAN BISNIS
(Lanjutan Ardynal Story 2) Disetiap harinya aku terus melakukan meditasi dengan harapan aku bisa menemukan cara untuk terbang. Waktu terus berjalan dan tak terasa aku sudah mencobanya sampai dua tahun lamanya tapi belum berhasil. Kenapa? Aku mulai bertanya pada diriku sendiri.

Ardynal Story 2

Meditasi dan semangat
(Lanjutan Ardynal Story 1) Berhari - hari aku habiskan dengan kesendirian, mendengarkan lagu , bermain gitar, mendengarkan radio, menonton tv dan melamun. Ya hanya itu yang bisa kulakukan, ah rasanya ingin mati saja, toh sekarang aku bagaikan zombie saja, mati segan hiduppun tak mau. Setiap malam aku selalu terjaga dan menangis, entah kenapa dada ini terasa sesak sekali dan aku mengangis dihadapan tembok kamarku sebagai saksi bisu curahan perasaanku.

Ardynal Story Part 1

Ketika senja merah merona, burung – burungpun mulai kembali ke sarangnya. Akupun terdiam sesaat, bukan karena takjub dengan hal itu, tapi itulah ha yang aku ingat sebelum aku berteman dengan kegelapan. Ya, sekarang aku buta. Bisa dikatakan dengan bahasa halusnya aku tuna netra, ufh, kuhela nafas panjang dan kusandarkan punggungku di kursi favoritku.