Selasa, 25 Oktober 2016

Ardynal Story 2

Meditasi dan semangat
(Lanjutan Ardynal Story 1) Berhari - hari aku habiskan dengan kesendirian, mendengarkan lagu , bermain gitar, mendengarkan radio, menonton tv dan melamun. Ya hanya itu yang bisa kulakukan, ah rasanya ingin mati saja, toh sekarang aku bagaikan zombie saja, mati segan hiduppun tak mau. Setiap malam aku selalu terjaga dan menangis, entah kenapa dada ini terasa sesak sekali dan aku mengangis dihadapan tembok kamarku sebagai saksi bisu curahan perasaanku. Smpai suatu hari ada temanku apri memberitahukan kepadaku bahqwa ada pengobatan alternatif di purwokerto. Pertama aku hanya menanggapi dingin saja karena sudah berkali – kali aku berobat alternatif dan hasilnya sama saja. Mau tidak mau aku berangkat saja ke tempat pengobatan alternatif tersebut karena menghargai temanku itu. Sesampainya disana aku duduk mengantri dan sambil melihat sekelilingku yang sama juga mengantri untuk diobati, sampai tibalah giliranku diobati. Pertama kalinya aku bingung sekali tentang pengobatan ini dan temanku juga tidak begitu tahu tentang pengobatan ini, mungkin cuma pijat bisaa pikirku. Setelah duduk dan ditanyai penyakitku langsung ibu itu memegang kepalaku dan dengan lembut mengelus – elus kepalaku. Aneh teknik pengobatan ini, diluar dari kebisaaan. Aku merasakan hawa yang sejuk merasuki tubuhku dan aku menemukan kedamaian disana. Sambil memegangi kepalaku ibu itu menjelaskan bahwa teknik pengobatannya disebut reiki. Reiki? Apa itu reiki? Ternyata reiki adalah teknik penyembuhan diri sendiri dengan menggunakan meditasi. Pertama bingung juga dengan teeknik ini karena ada salah satu agama yang menggunakan meditasi untuk ritual agama atau semacamnya. Dan banyak slentingan tentang meditasi yang berhubungan dengan alam ghaib atau dimensi lain yang mengerikan. Ibu tika mengajakku agar aku mengikuti reiki untuk penyembuhanku tapi aku tidak langsung mengiyakan karena aku memang belum punya uang dan masih belum percaya tentang ini semua. Tapi entah kenapa orang tuaku menyetujuinya dan aku segera mengikuti aktivasi tersebut. Setelah registrasi dan pendaftaran yang singkat akhirnya aku dipertemukan dengan masternya yaitu pak efendi. Menakjubkan, ada sesuatu yang masuk di atas kepalaku, seperti angin dingin yang masuk secara perlahan dan tiba – tiba kepalaku seperti ada yang berputar didalamnya. Aku terhenyak kaget tapi mulai bisa menikmati sensasinya. Sepulangnya dari aktivasi itu aku masih keheranan dengan apa yang terjadi tadi. Tapi ya sudahlah yang terjadi biarlah terjadi, sekarang aku akan menjalani pengobatan ini, toh gampang caranya tinggal menyetel lagu meditasi dan melakukan apa yang tadi diajarkan oleh instruktur itu. Malamnya aku mencoba selff healing dan mencoba menyembuhkan diri sendiri. Self healing adalah teknik pengobatan reiki dengan cara menempelkan telapak tangan pada bagian tubuh dengan diiringi musik meditasi. Menurut aturannya ini dilakukan secara berturut – turut untuk penyembuhannya. Ya daripada tidak ada kegiatan, aku coba saja lagipula sekalian menguji kebenarannya. Waktu berjalan dan tak terasa sudah aku melakukan self healing itu, ah tapi kenapa mataku masih tetap saja begini bahkan semakin parah saja. Aku mulai mengumpat tak karuan, ah sia – sia saja aku melakukan ini tapi tidak berhasil. Aku mulai malas melakukannya lagi dan kembali melakukan aktivitas seperti bisaanya. Hingga suatu malam yang sepi aku terjaga dari tidurku dan melamun sendirian. Tiba – tiba pikiranku menuju pada reiki Kenapa aku tidak berhasil, apa aku kurang lama? Ah coba lakukan meditasi sekali lagi tanpa gerakan apapun, tanpa musik apapun. Paginya aku coba bermeditasi karena keadaan rumah yang sepi dan hanya aku sendirian. Aku duduk bersila di ruang tengah dan mencoba bermeditasi sekali lagi. Aku hirup udara dengan tenang dan mmenghembuskannya perlahan seraya menenangkan pikiranku. Ah luar bisaa aku merasakan hawwa yang sejuk merasuki tubuhku, aku bertanya dalam diri sendiri kenapa aku tidak berhasil msembuh. Secara tidak sadar tubuhku seperti menjawab, ya karena aku kurang tulus melakukannya, dan selalu mengandalkan jaminan pada hidupku sendiri. Aku merinding mendengarnya, aku seperti orang gila yang berbicara sendiri tanpa berucap. Dan aku mulai merenung tentang perkataan tadi, ya benar juga selama ini aku selalu diselimuti oleh kekhawatiran yang tidak mendasar. Aku selalu ketakutan dengan keadaanku sekarang. Sampai aku mematikan jiwaku yang sebenarnya. Aku mulai sadar sekarang aku bukan diriku yang sebenarnya. Aku selalu menyalahkan keadaan tanpa berbuat apapun. Setelah perenungan itu selesai aku merasakan hal yang luar bisaa. Tubuhku terasa ringan sekali sepertinya udara yang sejuk masuk silih berganti lewat atas kepalaku. Menakjubkan tubuhku seperti melayang diudara dan aku merinding ketakutan. Lalu aku membuka mata secara mendadak, dan aku merasakan tubuhku terasa terhempas kebawah. Wow, ini menakjubkan, inilah pertama kali aku merasakan fenomena yang paling hebat di dunia. Sensasi itu selalu terbayang di kepalaku dan aku semakin bersemangat lagi melakukan meditasi bahkan sehari aku dapat bermeditasi sampai 3 jam. Ya setiap kali aku merasa bosan atau jenuh serta sedih dengan bermeditasi perasaan itu hilang. Didalam meditasi aku merasakan anugerah tuhan sangat luar bisaa, udara yang kita tidak hargai sama sekali ternyata memiliki sesuatu yang sangat unik. Aku mulai merasakan udara masuk ke rongga hidung terus menuju jantung dan membantu jantungku berdenyut dan setiap denyutan itu aku merasakan pompaan darah segar yang mengalir ke seluruh tubuhku. Meditasi membuatku hidup kembali. Aku mengalami perenungan yang positif. Didalam hatiku bertanya, apa tujuan hidupku yang sebenarnya. Uang? Kekayaan materi? Berkeluarga? Kehormatan? Kejayaan? Kesembuhan mataku? Tentu saja semua itu memang yang aku dan semua orang inginkan, tapi apa itu kenapa aku dilahirkan seperti ini? Tidak aku rasa bukan itu tujuan hidupku yang sebenarnya. Aku mencoba memutar memoriku kembali.seperti saat dahulu aku bermain basket, awalnya aku bukanlah orang yang berbakat dan hebat. Bahkan awalnya banyak orang yang meremehkanku. Memang awalnya tujuan bermain basket adalah untuk membuat agar tampak kern di hadapan para perempuan, maklumlah masih muda tapi kemudian aku merubahnya, ya aku bermain basket karena aku suka ya hanya itu alasannya begitu juga ketika aku bermain gitar dan apapun dalam hidupku aku lakukan karena aku memang suka dan benar menyukainya. Benar tuhan ingin menyadarkanku agar aku mendalami siapa aku yang sebenarnya. Aku berjalan karena aku suka, aku bergerak karena aku suka, aku melakukan aktivitas karena aku suka dan aku menyukai karena aku memang suka. Hanya satu alasanku untuk hidup didunia ya karena aku memang menyukai dan benar menyukai hidupku sendiri. Aku mulai menganalisa lagi apa yang sebenernya aku ingin lakukan. Ya aku terbisaa melakukan hal ekstrim diluar dari kebisaaan orang. Disaat masih kecil aku suka mengkoleksi mainan super hero mini dimana anak lainnya hanya membeli dan membuangnya setelah puas bermain dan aku selalu menyimpannya dengan rapih ditempat sampai terkumpul banyak, dan aku rela berjalan kaki pulang sekolah demi menabung agar uang yang terkumpul lebih banyak padahal jarak sekolah dengan rumahku lumayan jauh dan bisaanya aku memakai kendaraan umum sebelum aku diperbolehkan memakai sepeda ke sekolah. Dan aku selalu mengkoleksi buku teknik beladiri atau lainnya dimana pada usiaku pada waktu itu anak lainnya bisaanya mengkoleksi komik atau kaset game atau yang berbau permainan pada saat itu. Dan sekarang apa yang aku inginkan? Aku menginginkan untuk bisa terbang. Ya setelah aku mengalami perenungan yang panjang tuhan menciptakan aku sebagai manusia yang kreatif, dari dulu aku selalu menciptakan keadaan yang sederhana menjadi hebat atau sama dengan yang lain. Ya pada waktu dulu aku selalu membuat sebuah band yang personilnya hanya memiliki kemampuan musikalitas yang masih nol tapi bisa menjadi band yang bisa disamakan dengan band likal yang profesional atau dengan musikalitas yang mumpuni. Bahkan aku menciptakan lagu yang lumayan. Ya sekarang aku sadar aku seperti einstein yang belum menjadi appapun. Aku ingin melakukan sesuatu untuk dunia walaupun dunia tidak memperdulikanku. Ya aku ingin bisa terbang dengan tubuhku sendiri tanpa menggunakan alat apapun. Mungkin sekarang sudah ada orang yang bisa berjalan dengan seutas tali saja bahkan bisa berjalan diatas permukaan air dan mungkin saja orang bisa terbang dengan tubuhnya sendiri. Pada abad 21 manusia terobsesi dengan menciptakan alat yang canggih untuk mempermudah aktivitas manusia. Tapi lama kelamaan manusia kembali pada kondisi awal terbukti banyak orang yang pergi ke india untuk belajar meditasi dan yoga dikembangkan menjadi senam kebugaran yang pada jaman dahulu digunakan untuk pemujaan dewa matahari. Reikipun berasal dari tradisi orang china jaman dahulu untuk penyembuhan diri sendiri. Ya aku ingin bisa menemukan cara untuk terbang dengan tubbuh sendiri dan jika aku berhasil aku ingin membagikannya kepada semua umat manusia didunia tanpa ras atau golongan. Inilah ide gilaku aku memang tidak waras dan itulah yang orang katakan sewaktu einstein menemukan rumus gilanya.(Bersambung ke Posting Berikutnya)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar