UANG DAN BISNIS
(Lanjutan Ardynal Story 2) Disetiap harinya aku terus melakukan meditasi dengan harapan aku bisa menemukan cara untuk terbang. Waktu terus berjalan dan tak terasa aku sudah mencobanya sampai dua tahun lamanya tapi belum berhasil. Kenapa? Aku mulai bertanya pada diriku sendiri. Aku mencoba menganalisa lagi dan aku tersadar bahwa aku mulai merubah visiku sendiri. Ya aku menjadi manusia munafik, lama kelamaan aku melakukannya untuk uang dan kehormatan. Terkadang selama dua tahun itu secara tidak sadar ada rasa iri atau cemburu melihat orang disekitarku berhasil. Teman – temanku mulai menjalani kehidupan barunya. Ada yang menikah, punya anak, kerja ditempat yang baru, naik jabatan dan lainnya. Sedangkan aku masih teronggok disini sendirian tidak berubah sama sekali. Keluargaku pasrah dengan keadaanku dan semua orang melecehkanku atau memandang kasihan terhadapku. Ya meditasi menjadi harapanku untuk membalas mereka. Hingga suatu hari batinku berkata bahwa aku harus menyeimbangkan hidupku sekarang.terbang memang yang aku inginkan tapi kebutuhanku selayaknya manusia harus berjalan. Aku mulai bertanya diri sendiri apa yang harus aku lakukan, mencari kerja pasti tak mungkin karena aku sekarang buta, satu – satunya jalan aku harus berwiraswasta. Tapi apa? Sedangkan sekarang aku tak punya keahlian apapun.bahkan aku tidak punya modal sepeserpun. Tapi batinku berkata aku pasti bisa. Ketika sedang menonton televisi ada hal yang menarik. Satu kalimat yang membuatku terkesan
Laki – laki harus bisa memulai sesuatu dari nol dengan atau tanpa apapun
Itu kalimat yang memotivasi diriku sampai sekarang. Sampai suatu hari adikku terkecil yang bernama ratri memberikan hadiah ulang tahun ke yanti adikku yang paling besar yaitu berupa buku berjudul the secret, sebuah buku yang bisa memotivasi diriku sampai sekarang.
Dalam buku itu dijelaskan bahwa manusia memiliki kelebihan yaitu berupa kekuatan pikiran. Bahwa apa yang sebenarnya kita inginkan pasti tuhan akan mendengarnya melalui alam semesta. Hanya saja terkadang kita tidak konsisten dengan keinginan kita sendiri. Contohnya saja saat kita sendirian dita mengingninkan sebuah telpon seluler dengan merek dan model tertentu sebelum kita dapat membelinya, tapi begitu kita berada dalam sekumpulan teman kita keinginan itu berubah secara tidak sadar. Bahkan kita cenderung memilih telpon seluler yang sama dengan mereka sehingga alam semesta kacau untuk mengirimkannya kepada tuhan. Ya yanti membacakan buku tersebut untukku dengan sabarnya disetiap hari. Aku mulai meresapi isi buku tersebut dengan seksama. Benar selama ini kita sebenarnya telah teraplikasi oleh doa kita sendiri secara tidak sadar. Tuhan sangat baik terhadap kita , hanya kita saja yang tidak mengerti pemberian tuhan kita.
Aku mulai mempraktekkan apa yang dijelaskan dalam buku the secret tersebut. Bahwa kekuuatan kerbesar adalah jiwa kita bukan fisik kita. Aku mulai membayangkan sebagai orang yang kaya sekaligus hebat. Dan aku mulai mencoba lagi usaha apa yang bisa aku jalankan. Dalam bukunya david j scrhwat ada kata yang hebat
Seorang pemimpin sejati bukanlah seorang pemimpin yang memiliki banyak ide cemerlang, tetapi seorang pemimpin yang dapat mengumpulkan ide dari orang lain dan mengaplikasikannya dengan effektif.
Ya selama ini aku terlalu banyak bkerja sendirian dan terlalu memaksakan hal yang kurang efektif, bahkan selalu terjadi perselesihan dengan ayahku karena hal sepele. Semua ide bisnisku selalu ditolaknya dengan pedas. Oh ya aku baru teringat seorang temanku yang cara berpikirnya mirip dengan ayahku. Analisis yang super walaupun memang benar adanya. Suatu hari ketika aku sedang mengobbrol dengan temanku, secara spontan aku bertanya andaikan dia memiliki modal, usaha apa yang ingin dilakukannya. Dengan tampang yang serius dia menjawab ingin membuka usaha laundryan. Ya karena bila tidak laku hitung – hitung dia membeli mesin cuci untuk rumah. Hmm begitulah cara berpikir seoranganalisator handal berkhotbah karena tidak mau mengambil resiko untuk rugi. Ya aku simpan argumen itu dalam hati.
Ternyata obrolan iseng itu tidak sia – sia belaka, suatu hari ayahku akan menjalani masa pensiunannya yang pertama. Dengan iseng aku melontarkan ide temanku itu beserta alasanya sewaktu ayahku akan mendapat uang tunjangan pensiunannya. Astaga ternyata ide itu berhasil membuat ayahku mau memberikan modalnya untukku agar aku membuka laundryan. Dengan bermodalkan uang sebesar 6 juta dari uang pensiunan ayahku aku mulai membeli mesin cuci dan peralatan lainnya. Beruntung ayahku mendapat proyek kerja di surabaya sehingga aku dengan leluasa bisa mengembangkan usaha pertamaku.
Mungkin banyak orang yang berkata bagaimana caranya orang sepertiku bisa mengelola usaha itu? Itu juga yang aku takutkan sewaktu akan membuka usaha laundryan ah tapi masa bodoh aku tetap saja memulainya dengan dibantu ibu dan kedua adikku. Aqwalnya adikku yang menyetrika, aku yang mencuci dan menjemur pakaian. Kedua adikku dan ibuku sangat luar bisaa, mereka membantuku dengan sukarela, dari promosi sampai kembali ke konsumen. Lama kelamaan sedikit demi sedikit mulai berjalan baik dan akhirnya aku bisa membayar seorang karyawan untuk membantuku. Dari situlah uang mulai terkumpul dan aku semakin percaya diri untuk berwirausaha. Kemudian suatu hari ada seorang sahabatku iyut yang datang kerumah. Iya bersama suaminya sedang bercocok tanam strawberry dan sedang mengembangkan pemasarannya. Dan ketika iseng kutanya apakah semuanya bisa dijual? Ternyata tidak semuanya bisa dijual karena buah strawberry itu rentan dengan air hujan dan bila buahnya terkena air hujan maka akan sedikit membusuk dipermukaannya sehingga bentuknya akan jelek walaupun tidak keseluruhannya. Aku penasaran dan aku bersedia untuk membeli buah sisa itu. Buah sudah ada di kulkas tapi aku masih bingung mau diapakan. Secara spontan ibuku menyarankan di juus saja dengan membuang bagian yang busuk itu lalu di jual saja. Akhirnya kulakukan saja apa yang ibuku sarankan dan luar bisaa hasilnya jus masih segar dan ketika dijual sangat laku keras karena harga buah strawberry pada saat itu lumayan tinggi sehingga banyak yang penasaran dengan jus asli dengan harga murah. Tidak sampai disitu saja aku mengembangkan bisnisku, aku masih memikirkan apalagi yang bisa kulakukan dengan kondisiku ini. Pada saat itu aku masih bisa mengetik sms di ponselku dan kelemahannya adalah ketika akan mengisi pulsa pasti aku harus menunggu adikku atau temanku untuk membelinya di counter terdekat. Timbul keinginan untuk membuka counter pulsa sendiri. Dengan ditemani yanuar sahabatku, aku mencari bagaimana cara menjadi deposit pulsa dan akhirnya aku bisa bahkan aku bisa mentrasfer deposit pulsa, sehingga aku seperti memiliki banyak counter kecil dibawahku.
Ah rasanya aku kembali bersemangat lagi menjalani hidupku di setiap harinya. Ternyata ketika kita mau membuka pikiran kita pasti semua ada jalannya. Masih banyak orang lain yang perduli padaku, bahkan secara tidak sengaja aku ditawari untuk membudidayakan jamur tiram lewat temanku secara iseng dan akhirnya aku menanamnya dibantu temanku eko. Ah tanbah hebatlah aku. Aku seperti seorang big bos yang punya banyak usaha ternyata budidaya jamur sangat mengasyikan, apalagi cara perawatannya tidak begitu rumit. Lebih asyik lagi ke
menantikan sedang memanen jamur, wah aku merasa puas sekali. Tapi yang menjadi masalah adalah setelah panen, bagaimana cara memasarkannya. Memang bisa saja ada tempat penampungan hasil panennya tapi menurutku kurang menguntungkan. Timbul keinginan untuk membuat kripik ssaja atau dibuat crispy tapi apa resepnya? Setelah tanya sini dan sana serta mencoba dengan bersusah payah ternyata bisa juga dan aku mulai memasarkan dengan membuat crispy. Hasilnya lumayan juga dan aku semakin bersemangat.(Bersambung ke Postingan berikutnya)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar